Lebih Baik Pakai Upah Harian atau Borongan? Ketahui Untung Ruginya di Sini!

Lebih Baik Pakai Upah Harian atau Borongan? Ketahui Untung Ruginya di Sini!

Apakah Anda ingin membangun atau merenovasi rumah dalam waktu dekat ini? Jika ya, hal ini tentu bukan suatu perkara yang mudah, karena Anda harus memikirkan dan merencanakan segalanya dengan matang agar rumah impian Anda dapat terwujud seperti apa yang telah tergambar di angan Anda.

Satu hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum benar-benar memulai membangun rumah adalah menghitung besarnya biaya yang harus Anda keluarkan untuk mendapatkan rumah impian tersebut. Estimasi biaya yang Anda buat haruslah sudah memuat biaya pembelian material bangunan, dan jasa tukang bangunan yang akan Anda gunakan.

Dalam sebuah proyek pembangunan atau renovasi rumah, masalah biaya memang paling sensitif. Pasalnya, jika Anda mengambil keputusan keuangan yang salah, biaya keseluruhan bisa jadi akan membengkak, dan jika Anda tidak memiliki biaya cadangan untuk memastikan rumah Anda selesai sesuai perkiraan awal, maka proyek tersebut bisa saja ditinggalkan begitu saja.

Salah satu perencanaan keuangan yang cukup tricky adalah pembayaran tukang bangunan. Mungkin Anda sudah tahu bahwa ada dua macam jenis pembayaran tukang bangunan yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia, yaitu jenis upah harian dan upah borongan. Dari dua jenis pembayaran upah tersebut, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannnya sendiri-sendiri. Simak ulasan berikut agar Anda dapat mengetahui dengan pasti apa itu upah harian dan upah borongan, dan jenis apa yang cocok dengan keinginan Anda.

Sistem upah harian

Kelebihan menggunakan sistem upah harian yaitu tukang harus bekerja terus tanpa ada kesempatan menganggur. Untuk mengefisienkan pekerjaan tukang, Anda harus menyiapkan terlebih dahulu material serta gambar teknik yang menerangkan apa saja yang perlu diganti, dirobohkan dan dibangun.

Sisi positif lainnya, jika pekerjaan tukang dalam dua hari tidak memuaskan, Anda bisa langsung menghentikan pekerjaannya dan mengganti dengan tukang lain. Ini bisa langsung Anda lakukan tanpa harus menunggu hingga pekerjaan selesai.

Namun, sistem ini juga ada kekurangannya. Anda harus terus menerus mengawasi kerja tukang. Jika tidak diawasi, bukan tidak mungkin mereka tidak bekerja karena semakin lama proyek waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek, maka semakin banyak upah yang akan mereka terima.

Dilihat dari cara dan biayanya, sistem harian ini lebih tepat jika Anda pakai untuk renovasi dengan volume pekerjaan kecil, seperti mengganti letak pintu, keramik lantai, atau mengecat dengan ukuran kecil. Selain itu, akan lebih tepat jika Anda mempunyai waktu yang cukup banyak untuk mengawasi pekerjaan.

Sistem borongan

Pada sistem borongan setidaknya terdapat dua pola, borongan upah tenaga dan borongan secara keseluruhan. Perbedaannya, pada sistem borongan upah tenaga, Anda hanya membayar upah tukang saja. Adapun materialnya tetap Anda siapkan sendiri.

Ini berbeda dengan pola borongan keseluruhan, karena biaya atau upah tenaga dan bahan (material) diserahkan kepada tukang atau mandor. Jika Anda akan menggunakan sistem borongan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kerja tukang bisa lebih esien.

Untuk memakai sistem ini, ada baiknya Anda menyiapkan gambar kerja berikut spesifkasi pekerjaan yang direncanakan. Meski menyerahkan pekerjaan kepada tukang, Anda harus turut mengawasi hasil pekerjaannya. Hal ini mengingat tukang yang dibayar borongan biasanya ingin buru-buru selesai tanpa memperhatikan kualitas pekerjaaannya.

Dilihat dari sisi harga, biaya borongan pola upah lebih murah daripada sistem borongan utuh. Besar biaya keduanya tergantung dari luasan bangunan yang dibangun.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lebih Baik Pakai Upah Harian atau Borongan? Ketahui Untung Ruginya di Sini!"

Posting Komentar