Penghitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Karyawan Formal dan Tidak Formal

Penghitungan Iuran BPJS  Ketenagakerjaan bagi Karyawan Formal dan Tidak Formal

Penghitungan Iuran BPJS  Ketenagakerjaan bagi Karyawan Formal dan Tidak Formal 

Seluruh pekerja yang bekerja di Indonesia minimal 6 bulan baik itu Warga Negara Indonesia (WNA) atau Warga Negara Asing (WNA) berhak mendapatkan program perlindungan pekerja dari pemerintah yang disebut BPJS Ketenagakerjaan. Karena merupakan program peralihan dari Jamsostek, BPJS Ketenagakerjaan memiliki beberapa program yang sama dengan Jamsostek seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun.

Bagi anda para pekerja pasti tahu bahwa iuran BPJS Ketenagakerjaan ini dibayarkan dengan potongan dari sebagian gaji kotor kita. Sebenarnya berapakah jumlah iuran BPJS yang harus kita atau perusahaan kita bayarkan perbulannya? Bagi anda yang pekerja formal, iuran BPJS ini biasanya akan dibayarkan oleh perusahaan. Sedangkan untuk pekerja formal, anda harus membayarkannya sendiri tiap bulannya.

Untuk penghitungan iuran BPJS sendiri seperti yang kita ketahui di atas bahwa iuran BPJS terbagi menjadi beberapa program yaitu jaminan hari tua. Jumlah yang harus dibayarkan untuk jaminan hari tua adalah sebesar 5,7% dari gaji per bulan untuk pekerja formal. 3,7% nya dibayarkan oleh perusahaan dan sisanya sebanyak 2% baru kita bayar secara pribadi. Sedangkan untuk para pekerja informal jumlah iuran BPJS yang harus dibayarkan untuk jaminan hari tua adalah sebanyak 2%.

Program kedua yang harus dibayarkan adalah jaminan kecelakaan kerja, suatu pekerjaan pastinya memiliki resiko kecelakaan kerja yang berbeda. Nah, makanya dalam hal jaminan kecelakaan kerja, jumlah iuran ini dibagi lagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok 1 atau kelompok dengan resiko kecelakaan yang sangat rendah. Kelompok 1 ini memiliki jumlah iuran BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 0,24% untuk jaminan kecelakaan kerja. Sedangkan kelompok 2, 3, 4, dan 5 yang secara berurutan memiliki pekerjaan deng resiko kecelakaan rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hitungan jumlah iuran jaminan kecelakaan kerja bagi kelompok ini masing-masing adalah 0,54%, 0,89%, 1,27%, dan 1,74%. Berbeda lagi untuk pekerja mandiri, iuran yang harus mereka bayarkan untuk program ini adalah 1% dari penghasilan. Sedangkan untuk jaminan kematian pekerja formal harus membayar sebesar 0,3%, dan pekerja mandiri hanya perlu membayar Rp. 6800 per bulannya.

Sedangkan untuk jaminan pensiun hanya pekerja formal saja yang bisa dikenakan dengan maksimal penghasilan sampai 7 juta saja yang dapat diperhitungkan.  Iuran BPJS ini dapat dibayarkan di kantor BPJS maupun lewat bank untuk pekerja mandiri. Sedangkan untuk perusahaan yang karyawannya telah didaftarkan sebagai peserta BPJS dapat melakukan pembayaran iuran ini melalui Virtual Account (VA). Tapi sekarang ada cara pembayaran yang lebih praktis bagi para karyawan yaitu dengan Electronic Payment System (EPS)

Begitulah penghitungan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan yang harus dibayarkan oleh karyawan yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS. Tinggal anda sesuaikan dengan gaji kotor anda, maka anda akan mengetahui berapa jumlah total iuran BPJS yang harus anda keluarkan per bulannya. Biasanya karyawan yang bekerja di perusahaan besar akan didaftarkan oleh perusahaannya untuk mendapatkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan. Memang sudah ada aturan untuk perusahaan besar diwajibkan untuk membuat BPJS bagi karyawannya. Sedangkan untuk pekerja yang mandiri, anda bisa mendaftar dengan datang langsung ke kantor BPJS atau mendaftar melalui online. BPJS itu seperti asuransi, jadi bila selama kita bekerja belum terpakai, maka iuran yang kita bayarkan bisa kita ambil saat kita butuh.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penghitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Karyawan Formal dan Tidak Formal "

Posting Komentar